Bioteknologi Farmasi

Bioteknologi adalah satu bidang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup dalam memproduksi suatu bahan. Definisi yang tercantum dalam Farmakope Amerika (USP) adalah “Penggunaan organisme hidup (sel mamalia) untuk produksi produk bermanfaat”, defines sempitnya adalah “teknologi DNA rekombinan (=transfer DNA dari 1 organisme ke organisme lain)        teknologi untuk produksi antibodi monoklonal”.

Pada awalnya ilmu ini berhubungan erat dengan ilmu biologi namun pada perkembangannya berhubungan dengan banyak bidang ilmu termasuk biokimia, biologi molekuler, pertanian, lingkungan, dan ilmu lain. Sehingga saat ini bioteknologi menjadi bidang ilmu terapan dan dan menjadi bidang ilmu baru diluar bidang ilmu induknya.

Bioteknologi konvensional yang dikenal manusia sejak ribuan tahun lebih banyak memanfaatkan kemampuan mahluk hidup yang pada umumnya mikroba dalam menghasilkan suatu produk, seperti proses fermentasi oleh jamur yang menghasilkan bir, tape, tempe, coklat, dll.

Bioteknologi modern  beralih bukan sekedar memanfaatkan proses alami namun melakukan rekayasa pada tingkat DNA untuk menghasilkan produk, melalui berbagai teknik yang saat ini sangat populer seperti kloning, DNA rekombinan, kultur jaringan, pengembangan sel induk (stem cell), dll.

Aplikasi bioteknologi saat ini masuk ke banyak bidang diantaranya kesehatan, pertanian, lingkungan hidup, dan pertambangan.

Untuk bidang farmasi atau kesehatan pada umumnya bioteknologi merupakan salah satu bidang yang masih terus berkembang, bioteknologi menjadi satu alternative baru yang disukai untuk penemuan obat baru, pengobatan penyakit, dan peningkatan produksi bahan baku dan bahan aktif. Untuk negara maju seperti Amerika perkembangan bioteknologi dalam pengobatan sudah diatur pada Farmakope, dalam USP (United State Pharmacopea) terdapat beberapa produk yang sudah diizinkan untuk dikembangkan melalui metoda ini, diantaranya:

  • Ekstraksi dari sumber alam
  • Modifikasi protein alam
  • Kultur sel mamalia in vitro
  • Kultur sel in vivo
  • Produksi oleh mikroba
  • Sintesis kimia

Tapi untuk negara kita, masih belum ada aturannya karena farmakope saja masih edisi 4 (FI 4) yang diterbitkan tahun 1995, jadi kalo mau membuat produk biotek jenis apapun masih aman dikerjakan karena belum ada aturanya kan….. (tidak begitu juga ya…??)

Untuk penemuan obat baru, bioteknologi memiliki arah “menghasilkan protein aktif” yang dapat digunakan sebagai obat.  Protein ini dihasilkan dari DNA (gen) yang mengkode protein yang dimaksud dengan dimasukkan ke dalam mikroorganisme supaya cepat diperoleh dan mudah dimurnikan.

Kalau masih bigung, mari kita bikin alur pendek seperti berikut :

Bioteknologi bekerja terhadap DNA jadi….

DNA yang diketahui mengkode suatu protein ? potong bagian gen pengkode tersebut  ? masukkan ke dalam plasmid  ? masukkan plasmid mengandung gen tersebut ke bakteri ? bakteri berkembang biak sekaligus memperbanyak gen tersebut  ? dalam tubuh bakteri dihasilkan protein yang diingankan ? isolasi protein ? murnikan.

Itu adalah alur sederhana dari proses biotek untuk mendapatkan protein melalui teknik DNA rekombinan. Kalau masih kurang jelas proses tersebut mari membahas dulu tentang sentral dogma sebagai awal pijakan pemahamannya.

Incoming search terms:

  • bioteknologi farmasi (190)
  • produk bioteknologi farmasi (26)
  • aplikasi bioteknologi dalam bidang farmasi (22)
  • bioteknologi farmasi/kedokteran (21)
  • bioteknologi farmasi dan kedokteran (20)
  • bioteknologi di bidang farmasi (10)
  • bioteknologi farmasi kedokteran (10)
Jika anda suka? Share it:

Leave a Comment