Parasetamol memiliki struktur molekul sebagai berikut: Rumus molekul : C8H9NO2 Berat molekul : 151 Nama kimia dari Parasetamol adalah 4-hydroxyacetanilide, p-hydroxyacetanilide, p-acetamidophenol, p-acetaminophenol, N-acetyl-p-aminophenol sifat fisika dan kimia Titik lebur dari Parasetamol adalah sekitar 1400C Kelarutan Parasetamol adalah etanol 1:10, etanol (95%) 1:7, methanol 1:10, aceton 1:13, propilen glikol 1:9. Gugus fungsi yang terdapat dalam senyawa Prasetamol antara lain: Fenol, [...]
Read more ›Category: kimia analisis
Analisis Kualitatif Bromokriptin
Rumus molekul Bromokriptin mesilat memiliki struktur molekul sebagai berikut Rumus molekul : C32H40BrN5O5.CH4SO3 (FI IV, 150) Berat molekul : 750,70 (FI IV, 150) Nama kimia 2-Bromoergokriptina monometanasulfonat (5’?)-2-Bromo-12’hydroxy-2’-(1-methylethyl)-5’-(2-methylpropyl)-ergotaman-3’,6’18-trione (USP 32, 1707). Rangka Molekul Rangka molekul inti dari senyawa Bromokriptin mesilat terdiri dari inti heterosiklik dan ikatan peptida Golongan kimia dari senyawa Bromokriptin mesilat merupakan asam amino turunan derivat alkaloid asam [...]
Read more ›Indikator Titrasi Asam Basa
Berdasarkan senyawa yang menyusunnya, indikator titrasi asam – basa diklasifikasikan dalam 3 golongan yaitu : a. Indikator Ftalein dan Indikator Sulfoftalein Indikator ftalein dibuat dengan kondensasi anhidrida ftalein (anhidrida ftalat) dengan fenol yaitu terbentuk fenolftalein. Pada pH 8,0 – 9,8 berubah warnanya menjadi merah. Anggota-anggota lainnya ialah –Naftolftalein-o-cresolftalein, Thymolftalein. Indikator sulfoftalein dibuat dari kondensasi anhidrida ftalein dan sulfonat. Yang termasuk [...]
Read more ›Jenis Indikator Titrasi
Indikator titrasi adalah suatu senyawa kimia yang ditambahkan dalam proses titrasi untuk membantu menetapkan titik akhir titrasi. Indikator akan berubah warna jika terdapat titrant berlebih. Perubahan warna ini idealnya terjadi tepat pada titik ekivalen atau sedekat mungkin dengan titik ekivalen. Pembagian Indikator dalam titrasi : 1) Indikator asam basa (Acid Base Indicators) Titrasi yang menggunakan indikator ini adalah titrasi Asidimetri dan [...]
Read more ›Titrasi Asam Basa
Dengan banyak alasan titrasi asam basa adalah metoda titrasi yang paling populer. Salah satu alasan tentunya adalah titrasi asam basa selalu diperkenalkan di hampir setiap laboratorium pendidikan yang menyelenggarakan praktikum. Titrasi asam-basa tergolong pada dua metoda yaitu asidimetri dan alkalimetri. Asidimetri yang secara kata berarti asam (acid) dan pengukuran (metri), diartikan “pengukuran menggunakan asam” yaitu pengukuran terhadap larutan basa bebas [...]
Read more ›Penggolongan Titrasi
Metoda titrasi dapat digolongkan dalam 3 macam penggolongan yaitu: Penggolongan titrasi berdasarkan cara titrasinya : Titrasi langsung : dilakukan dengan mereaksikan langsung zat uji dengan larutan baku. Titrasi kembali : dilakukan dengan cara penambahan sejumlah larutan titran berlebih ke dalam larutan zat uji kemudian kelebihannya dititrasi dengan titran yang cocok. Dilakukan untuk reaksi titrasi yang berlangsung lambat atau tidak ada [...]
Read more ›Perkolasi
Perkolasi adalah metoda ekstraksi cara dingin yang menggunakan pelarut mengalir yang selalu baru. Perkolasi banyak digunakan untuk ekstraksi metabolit sekunder dari bahan alam, terutama untuk senyawa yang tidak tahan panas (termolabil). Ekstraksi dilakukan dalam bejana yang dilengkapi kran untuk mengeluarkan pelarut pada bagian bawah. Perbedaan utama dengan maserasi terdapat pada pola penggunaan pelarut, dimana pada maserasi pelarut hanya di pakai [...]
Read more ›








