Berdasarkan senyawa yang menyusunnya, indikator titrasi asam – basa diklasifikasikan dalam 3 golongan yaitu : a. Indikator Ftalein dan Indikator Sulfoftalein Indikator ftalein dibuat dengan kondensasi anhidrida ftalein (anhidrida ftalat) dengan fenol yaitu terbentuk fenolftalein. Pada pH 8,0 – 9,8 berubah warnanya menjadi merah. Anggota-anggota lainnya ialah –Naftolftalein-o-cresolftalein, Thymolftalein. Indikator sulfoftalein dibuat dari kondensasi anhidrida ftalein dan sulfonat. Yang termasuk [...]
Read more ›Category: titrasi
Jenis Indikator Titrasi
Indikator titrasi adalah suatu senyawa kimia yang ditambahkan dalam proses titrasi untuk membantu menetapkan titik akhir titrasi. Indikator akan berubah warna jika terdapat titrant berlebih. Perubahan warna ini idealnya terjadi tepat pada titik ekivalen atau sedekat mungkin dengan titik ekivalen. Pembagian Indikator dalam titrasi : 1) Indikator asam basa (Acid Base Indicators) Titrasi yang menggunakan indikator ini adalah titrasi Asidimetri dan [...]
Read more ›Titrasi Asam Basa
Dengan banyak alasan titrasi asam basa adalah metoda titrasi yang paling populer. Salah satu alasan tentunya adalah titrasi asam basa selalu diperkenalkan di hampir setiap laboratorium pendidikan yang menyelenggarakan praktikum. Titrasi asam-basa tergolong pada dua metoda yaitu asidimetri dan alkalimetri. Asidimetri yang secara kata berarti asam (acid) dan pengukuran (metri), diartikan “pengukuran menggunakan asam” yaitu pengukuran terhadap larutan basa bebas [...]
Read more ›Penggolongan Titrasi
Metoda titrasi dapat digolongkan dalam 3 macam penggolongan yaitu: Penggolongan titrasi berdasarkan cara titrasinya : Titrasi langsung : dilakukan dengan mereaksikan langsung zat uji dengan larutan baku. Titrasi kembali : dilakukan dengan cara penambahan sejumlah larutan titran berlebih ke dalam larutan zat uji kemudian kelebihannya dititrasi dengan titran yang cocok. Dilakukan untuk reaksi titrasi yang berlangsung lambat atau tidak ada [...]
Read more ›Syarat Titrasi
Penentuan kadar dengan metoda titrasi tidak dapat dilakukan terhadap semua senyawa, dikarenakan perbedaan sifat fisika kimia senyawa. Senyawa yang dapat ditetapkan kadarnya dengan titrasi harus memenuhi syarat titrasi, yaitu : Reaksi kimia antar analit dan titrant diketahui dengan pasti dan jelas produk-produk apa yang akan dihasilkan nantinya. Mana reaktan dan produk apa yang akan dihasilkan harus jelas dan pasti Reaksi [...]
Read more ›Nitrimetri
Nitrimetri adalah metoda titrasi yang menggunakan NaNO2 sebagai pentiter dalam suasana asam. Pada suasana asam, NaNO2 berubah menjadi HNO2 (asam nitrit) yang akan bereaksi dengan sampel yang dititrasi membentuk garam diazonium. Pembentukan garam diazonium berjalan lambat, oleh karena itu untuk mempercepatnya dapat ditambahkan KBr sebagai katalis. Zat yang dapat dititrasi dengan nitrimetri adalah zat yang mengandung gugus –NH2 (amin) aromatis [...]
Read more ›Titrasi Iodometri
Titrasi iodometri adalah salah satu titrasi redoks yang melibatkan iodium. Titrasi iodometri termasuk jenis titrasi tidak langsung yang dapat digunakan untuk menetapkan senyawa-senyawa yang mempunyai potensial oksidasi yang lebih besar daripada sistem iodium-iodida atau senyawa-senyawa yang bersifat oksidator seperti CuSO4.5H2O Berbeda dengan titrasi iodimetri yang mereaksikan sample dengan iodium (langsung), maka pada iodometri, sampel yang bersifat oksidator direduksi dengan kalium [...]
Read more ›









