Titrasi Asam Basa

titrasi asam basaDengan banyak alasan titrasi asam basa adalah metoda titrasi yang paling populer. Salah satu alasan tentunya adalah titrasi asam basa selalu diperkenalkan di hampir setiap laboratorium pendidikan yang menyelenggarakan praktikum.

Titrasi asam-basa tergolong pada dua metoda yaitu asidimetri dan alkalimetri.

Asidimetri yang secara kata berarti asam (acid) dan pengukuran (metri), diartikan “pengukuran menggunakan asam” yaitu pengukuran terhadap larutan basa bebas atau larutan garam yang berasal dari asam lemah dengan larutan asam yang telah diketahui konsentrasinya.

Alkalimetri yang secara kata berarti basa (alkali) dan pengukuran (metri), diartikan “pengukuran menggunakan basa” yaitu pengukuran terhadap larutan asam bebas atau larutan garam yang berasal dari basa lemah dengan larutan basa yang telah diketahui konsentrasinya.

Karena asam terbagi menjadi asam kuat dan asam lemah, sebagaimana basa juga menjadi basa kuat dan basa lemah, sehingga titrasi asam basa dapat dilakukan terhadap:

1. Asam kuat – basa kuat

2. Asam kuat – basa lemah

3. Asam lemah – basa kuat

4. Asam kuat – garam dari asam lemah

5. Basa kuat – garam dari basa lemah

Perbedaan dari jenis titrasi di atas terletak pada titik akhir titrasi, dimana Jika titrasi dilakukan dengan asam maupun basa kuat yang juga merupakan elektrolit kuat maka larutan yang dihasikan akan netral dan mempunyai pH 7, kondisi ini terjadi pada titik ekuivalen.

Jika asam atau basanya adalah elektrolit lemah, garam itu akan terhidrolisis sampai derajat tertentu dan larutan pada titik ekivalen akan sedikit basa atau sedikit asam. pH akhir dari larutan adalah saat titik ekivalen yang dapat dihitung dari tetapan ionisasi dari asam lemah atau basa lemah itu dan konsentrasi larutan.

Larutan yang dititrasi dalam asidimetri-alkalimetri mengalami perubahan pH. Misalnya bila larutan asam dititrasi dengan basa, maka pH larutan mula-mula rendah dan selama titrasi terus-menerus naik. Bila pH ini diukur dengan pengukur pH (pH meter) pada awal titrasi (yakni sebelum ditambah basa) pada waktu-waktu tertentu setelah titrasi dimulai, maka jika pH larutan dibuat grafik dengan volume titrant akan diperoleh grafik yang disebut kurva titrasi. seperti contoh berikut :

 

kurva titrasi asam basakurva ini untuk asam dan basa kuat, namun untuk jenis titrasi yang lain akan mengalami perbedaan, walaupun pada prinsipnya sama.

Incoming search terms:

  • larutan asam basa (75)
  • grafik titrasi asam basa (72)
  • titrasi asam basa adalah (59)
  • titrasi asam-basa (55)
  • grafik titrasi (16)
  • titrasi asidimetri dan alkalimetri (16)
  • titrasi asam (10)
Jika anda suka? Share it:

Leave a Comment